Perayaan Dalam Diam

Semakin bertambah usia, aku rasa kita akan semakin menjauhi ingar bingar seremoni. Sunyi –disengaja atau tidak– adalah teman dekat.

Kalau dulu perayaan akan terasa sebagai ukuran kebahagiaan, penuh warna dan semakin penuh ruangan dengan undangan artinya kita banyak mendapatkan cinta; hal itu tak lagi berlaku seiring bertambahnya usia. Semakin sedikit orang —keluarga atau orang terdekat– saja sudah cukup. Doa mereka yang benar-benar kita butuhkan. Bukan ucapan basa-basi atau seremoni tahunan yang diingatkan oleh Facebook.

Semakin bertambah usia, kita sejatinya harus lebih akrab dengan diri sendiri. Setidaknya, dia yang tak akan pernah pergi. Sesepi-sepinya ditinggalkan, diri sendiri lah yang akan setia menemani.

Selamat bertambah usia, aku. Semoga lebih bisa berdamai dengan hal-hal yang tak tercapai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s